Amrullah Amir, S.S., M.A., Ph.D
Amrullah Amir, S.S., M.A., Ph.D, menjalani pendidikan Sarjana (S1) Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra (Fakultas Ilmu Budaya), Universitas Hasanuddin, sejak 1994-2001 dan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada di Program Studi Magister (S2) Ilmu Sejarah dalam Bidang Kajian Sejarah Budaya pada 2007-2009. Setelah itu melanjutkan studi Program Doktor (S3) Ilmu Humaniora dan Ilmu Sosial di Universitas Kebangsaan Malaysia pada 2011-2015 dengan fokus kepada Bidang Kajian Sejarah Melayu. Sampai saat ini berstatus sebagai dosen/staf akademik di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin dengan spesialisasi pada Sejarah Maritim dan Sejarah Sosial-Budaya.
Alamat :”Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Aktivitas Penelitian dalam 5 tahun terakhir yang telah dilaksanakan, antara lain ialah;
1) Peradaban Besi Luwu: Pelayaran dan Tinggalan Material dalam Tinjauan Geologi, Arkeologi, dan Sejarah (2017-2018),
2) Pemukiman dan Identitas Masyarakat Keturunan Melayu di Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep: Tinjauan Sejarah Sosial (2019), dan
3) Kajian Sejarah Kota-Kota di Sulawesi Selatan Masa Kolonial untuk Pengembangan Pariwisata Berbasis Sejarah Kota (2020).
Sedangkan untuk karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan maupun buku yang sudah dihasilkan, antara lain;
1) Sejarah Petempatan Masyarakat Melayu di Sulawesi Selatan, 1789–1942 (2014),
2) Aspek-Aspek Perkembangan Peradaban Islam di Kawasan Indonesia Timur (2016), dan
3) Pedagang Melayu di Sulawesi Selatan: Identiti dan Kuasa (2019).
Amrullah Amir, S.S., M.A., Ph.D, selain aktif dalam sejumlah kegiatan Seminar/Webinar Sejarah dan Budaya skala Nasional selama Pandemi COVID-19 (2020-2021). Beberapa kegiatan yang telah dilakukan adalah Borobudur Writers and Cultural Festival (2020) dan Diskusi Daring BPCB-MSI Kaltim, “Wabah Penyakit Menular dan Bencana Kemanusiaan: Perspektif Sejarah dan Budaya” (2020). Ia juga aktif dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diantaranya adalah penguatan sejarah lokal terhadap para guru sejarah tingkat SMA di Kabupaten Gowa. pengabdian lain yang juga dilakukan adalah sharing tentang sejarah publik pada komunitas pemerhati sejarah Kota Makassar.